MUQADDIMAH SURAH AL-BAQARAH
Surah ini ialah surah yang panjang sekali di antara surah-surah Al-Quran, mengandungi 286 ayat, dan meliputi juz pertama, juz kedua, dan tiga per lapan dari juz ketiga.
Surah "Al-Baqarah" ini diturunkan di Madinah sebaik-baik sahaja Nabi (s.a.w) berhijrah ke Madinah dan orang-orang Islam terbentuk sebagai satu umat dalam sebuah negara merdeka Negara Islam, yang berpenduduk bukan sahaja dari orang- orang Islam tetapi juga sebahagian kecil di antaranya ialah orang-orang Yahudi dan lain- lainnya.
Bagi memenuhi hajat umat Islam yang baharu terbentuk itu, yang memerlukan hukum-hukum syarak untuk mengatur hidupnya supaya selamat sempurna, dan memandu usaha mengembang- kan Islam kepada orang-orang yang bukan Islam, maka turunlah ayat-ayat suci yang terkandung di dalam surah Al-Baqarah ini dari semasa ke semasa, menurut peristiwa-peristiwa yang berlaku, memenuhi maksud-maksud dan tujuan yang tersebut.
Kandungan surah Al-Baqarah ini pada umumnya terbahagi kepada dua bahagian.
Dalam bahagian yang pertama kecuali beberapa ayat pada permulaan surah ini yang menegaskan kebenaran Al-Quran, dan menerangkan sifat orang-orang yang beriman, orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan menyeru umat manusia seluruhnya supaya menyembah Allah Yang Maha Esa dan jangan mempersekutukanNya dengan sesuatu yang lain, serta diterangkan tentang kejadian manusia dan alam langit dan bumi, dan tentang balasan baik nikmat syurga), dan balasan buruk azab neraka), dan juga tentang perihal Nabi Adam (a.s.) serta keingkaran Iblis mulai dari ayat 39, firman Allah Taala ditujukan kepada kaum musyrik Arab dan kaum Yahudi supaya mereka memeluk Islam, dengan beriman kepada Kitab Allah Al-Quran dan kepada RasulNya Nabi Muhammad (s.a.w.).
Dalam bahagian yang kedua pula diterangkan secara luas tentang hukum-hukum syarak bagi mengatur kehidupan umat Islam meliputi: "ibadat" (sembahyang, zakat, puasa,haji, dan jenis-jenis kebajikan "Muamalat": berjualbeli, hutang piutang, wasiat, menjadi saksi dan sebagainya) "Munakahat": (nikah kahwin, talak dan segala yang berhubung dengannya) "Jinayat" (jenayah) serta soal-soal umum yang lain.
Dalam Sahih Muslim ada satu hadith yang maksud- nya: "Bacalah kamu surah Al-Baqarah kerana sesungguhnya menerima ajarannya mendatangkan berkat (kebaikan yang banyak), dan membiarkannya (mencuaikannya) menyebabkan timbul perasaan sesal dan kecewa dan orang-orang yang menceburkan diri dalam keadaan yang batil (yang salah) tidak akan dapat menggunakan ajarannya".
Surah ini ialah surah yang panjang sekali di antara surah-surah Al-Quran, mengandungi 286 ayat, dan meliputi juz pertama, juz kedua, dan tiga per lapan dari juz ketiga.
Surah "Al-Baqarah" ini diturunkan di Madinah sebaik-baik sahaja Nabi (s.a.w) berhijrah ke Madinah dan orang-orang Islam terbentuk sebagai satu umat dalam sebuah negara merdeka Negara Islam, yang berpenduduk bukan sahaja dari orang- orang Islam tetapi juga sebahagian kecil di antaranya ialah orang-orang Yahudi dan lain- lainnya.
Bagi memenuhi hajat umat Islam yang baharu terbentuk itu, yang memerlukan hukum-hukum syarak untuk mengatur hidupnya supaya selamat sempurna, dan memandu usaha mengembang- kan Islam kepada orang-orang yang bukan Islam, maka turunlah ayat-ayat suci yang terkandung di dalam surah Al-Baqarah ini dari semasa ke semasa, menurut peristiwa-peristiwa yang berlaku, memenuhi maksud-maksud dan tujuan yang tersebut.
Kandungan surah Al-Baqarah ini pada umumnya terbahagi kepada dua bahagian.
Dalam bahagian yang pertama kecuali beberapa ayat pada permulaan surah ini yang menegaskan kebenaran Al-Quran, dan menerangkan sifat orang-orang yang beriman, orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan menyeru umat manusia seluruhnya supaya menyembah Allah Yang Maha Esa dan jangan mempersekutukanNya dengan sesuatu yang lain, serta diterangkan tentang kejadian manusia dan alam langit dan bumi, dan tentang balasan baik nikmat syurga), dan balasan buruk azab neraka), dan juga tentang perihal Nabi Adam (a.s.) serta keingkaran Iblis mulai dari ayat 39, firman Allah Taala ditujukan kepada kaum musyrik Arab dan kaum Yahudi supaya mereka memeluk Islam, dengan beriman kepada Kitab Allah Al-Quran dan kepada RasulNya Nabi Muhammad (s.a.w.).
Dalam bahagian yang kedua pula diterangkan secara luas tentang hukum-hukum syarak bagi mengatur kehidupan umat Islam meliputi: "ibadat" (sembahyang, zakat, puasa,haji, dan jenis-jenis kebajikan "Muamalat": berjualbeli, hutang piutang, wasiat, menjadi saksi dan sebagainya) "Munakahat": (nikah kahwin, talak dan segala yang berhubung dengannya) "Jinayat" (jenayah) serta soal-soal umum yang lain.
Dalam Sahih Muslim ada satu hadith yang maksud- nya: "Bacalah kamu surah Al-Baqarah kerana sesungguhnya menerima ajarannya mendatangkan berkat (kebaikan yang banyak), dan membiarkannya (mencuaikannya) menyebabkan timbul perasaan sesal dan kecewa dan orang-orang yang menceburkan diri dalam keadaan yang batil (yang salah) tidak akan dapat menggunakan ajarannya".
Tafsir
Surah Al Baqarah
|
1. Alif laam miin [10]. [10] Ialah huruf-huruf abjad
yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Qur`an seperti:
alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara
ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena
dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang
menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai
nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya
untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Qur`an itu,
dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Qur`an itu diturunkan dari Allah dalam
bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya
bahwa Al Qur`an diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w.
semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
|
2. Kitab [11] (Al Quraan) ini tidak ada keraguan
padanya petunjuk bagi mereka yang bertaqwa [12], [11] Tuhan menamakan Al
Qur`an dengan Al Kitab yang di sini berarti `yang ditulis`, sebagai isyarat
bahwa Al Qur`an diperintahkan untuk ditulis. [12] Takwa yaitu memelihara diri
dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi
segala larangan-larangan-Nya tidak cukup diartikan dengan takut saja.
|
3. (yaitu) mereka yang beriman [13] kepada yang
ghaib [14], yang mendirikan shalat [15], dan menafkahkan sebahagian rezki
[16] yang Kami anugerahkan kepada mereka. [13] Iman ialah kepercayaan yang
teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya
iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu. [14] Yang ghaib
ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib
yaitu, meng-i`tikadkan adanya sesuatu `yang maujud` yang tidak dapat
ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya,
seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya. [15]
Shalat menurut bahasa `Arab: doa. Menurut istilah syara` ialah ibadat yang
sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang
dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah.
Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi
syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang
batin, seperti khusu`, memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya. [16]
Rezki: segala yang dapat diambil manfa`atnya. Menafkahkan sebagian rezki,
ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada
orang-orang yang disyari`atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang
fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
|
4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur`an)
yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan
sebelummu [17], serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat [18]. [17]
Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah kitab-kitab
yang diturunkan sebelum Al Qur`an seperti: Taurat, Zabur, Injil dan
Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Qur`an yang diturunkan kepada para
Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu
kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul. [18] Yakin
ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun.
Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia
berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan
adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
|
5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan
mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung [19]. [19] Ialah orang-orang
yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah
mengusahakannya.
|
6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi
mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak
juga akan beriman.
|
